Udara di Kabupaten Sanggau sore itu terasa lebih berat oleh tensi tinggi dan ambisi yang membuncah. Final Baharta Cup mempertemukan dua raksasa lokal dengan filosofi berbeda: Kopi Saring yang taktis dan tenang, melawan Tim dari Kabupaten Landak Invictus GNR yang eksplosif dan haus kemenangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, penonton disuguhkan drama “jual beli serangan” yang tak henti-hentinya. Kopi Saring berkali-kali mencoba membongkar pertahanan lawan melalui umpan-umpan pendek yang presisi, namun lini belakang Invictus GNR tampil laksana tembok baja yang sulit ditembus.

Kebuntuan pecah melalui skema serangan balik cepat. Melalui transisi yang sempurna, Invictus GNR berhasil menyarangkan satu-satunya gol ke gawang Kopi Saring. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, mengukuhkan dominasi Invictus GNR dalam laga yang penuh keringat dan sportivitas tersebut.
Acara mencapai puncaknya saat Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sanggau L. TOTO MARTONO, S.Sos., M.Si melangkah ke tengah lapangan untuk menutup turnamen secara resmi. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua tim yang telah menunjukkan mentalitas juara.
“Kemenangan hari ini bukan hanya milik satu tim, melainkan kemenangan bagi semangat olahraga di Kabupaten Sanggau. Teruslah asah bakat kalian, karena dari lapangan inilah calon-calon bintang masa depan akan lahir,” ujar Kepala Dinas L. TOTO MARTONO, S.Sos., M.Si dalam pidato penutupnya.
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi penyerahan Piala Bergilir Baharta Cup. Kepala Dinas menyerahkan trofi prestisius tersebut langsung kepada kapten tim Invictus GNR. Dengan satu gol yang menentukan, mereka tidak hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga kehormatan sebagai tim terbaik di edisi kali ini.
Satu piala, dua ambisi, dan satu pemenang sejati. Selamat kepada Invictus GNR, dan hormat setinggi-tingginya untuk Kopi Saring atas perjuangan yang luar biasa. Sampai jumpa di Baharta Cup musim depan!
